Blogroll

Wednesday, November 10, 2010

Tips Menghadapi Mantan

PERNAH teringat mantan? Kesusahan melupakan mereka? Beberapa orang mengatakan, "oh ya pasti bisa dong. Kan kita ini nggak ingin cari musuh ya. Inginnya cari teman," begitulah kata mereka.
Kenyataannya, tak bisa dipungkiri: persahabatan dengan mantan bukanlah persahabatan murni. Bagaimanapun tentunya ada masih ada arus-arus listrik yang kemungkinan bisa mengalir dan kemudian nyambung kembali saat bertemu. Istilah bekennya, masih ada chemistry yang tiba-tiba muncul saat sering adanya kontak dan komunikasi.
Mungkin kita bisa menyangkal, ah, si dia kan sudah ada yang punya, begitupun dengan Anda. Tetapi separuh hati Anda tak akan bisa ditutupi dan disembunyikan, bahwa mungkin masih ada setitik perasaan Anda padanya, begitupun dengan dia. Setitik, kedengarannya sangat sedikit, namun jangan diremehkan lho. Hanya karena nila setitik saja bisa rusak susu sebelanga.
Percaya atau tidak, persahabatan dengan mantan tak akan pernah menjadi sebuah persahabatan yang murni. Setidaknya pasti di saat Anda atau dia sedang ribut dengan pasangan, maka Anda dan dia akan saling curhat dan berbagi perasaan. Nah, jika salah satu di antara Anda ada yang merasa kecewa dan terluka, apa iya sih Anda tega membiarkannya menangis dan sedih sendirian?
Awalnya sih Anda akan menelepon dia, kemudian menguatkan hatinya, memberi semangat. Ceritapun terus berlanjut, ia masih sedih dan dia berpikir bahwa pasangannya selingkuh. Anda pun turut bersimpati padanya, kemudian Anda berdua janjian untuk bertemu satu sama lain. Dari situ Anda kemudian meremas tangannya lembut dan menunjukkan bahwa Anda ada di sana untuk mendukungnya.
Tak berhenti di situ, ternyata pasangan si dia benar-benar kelewatan. Katanya sih dia itu kedapatan sedang bertelepon mesra dengan seseorang. Kecewalah, si mantan Anda. Lalu, Anda mengajak si dia bertemu, memeluk dan menyediakan bahu untuknya. Hangat, dan nyaman. Itulah yang dirasakan sang mantan saat itu. Rasanya bebannya berkurang, dan dia merasa ada semangat yang menguatkan dirinya. Dan di situ pula muncul kembali perasaan sayang. Dia pun berpikir bahwa ternyata Andalah orang yang tepat untuk mendampinginya. Ia menyesal telah putus dari Anda. Dan, ternyata dengan kedekatan Anda dengannya, Anda merasa hal yang sama. Ingin selalu dekat dan melupakan pasangan Anda.
Bagi Anda saat ini, pasangan adalah orang yang kurang mengerti. Tak terlalu perhatian seperti sang mantan. Dan, terjadilah sebuah perselingkuhan. Dan Anda dan dia sepakat untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan (jika Anda berani), atau malah memilih sembunyi-sembunyi dan menjalani cinta secara gerilya.

Tapi kan tidak semua mantan yang bersahabat demikian? Beberapa di antaranya sih memang 'tampaknya' bisa bersahabat secara sehat. Namun tahukah Anda bahwa di antara keduanya saling menahan dan menekan perasaan masing-masing? Tanpa disadari memang demikian. Tetapi hal itu bisa jadi hal yang positif, karena itulah yang harus dilakukan oleh kita yang sudah punya pasangan. Jika bersahabat dengan mantan, berusaha sebisa mungkin untuk menjaga hubungan tersebut hanya sebatas mantan. Memang bicara saja tak mudah.
Jadi apakah Anda akan memilih bersahabat dengan mantan, maksud saya, persahabatan yang tulus? Iya, dong! Jika memang memilih bersahabat tulus dengan mantan, selalu ingat bahwa Anda dan dia sudah berakhir. Bahkan saat ini mungkin Anda dan dia sama-sama sudah memiliki pasangan. Jadi jika memang si dia punya masalah atau suatu unek- unek, sebaiknya berikan opini secara objektif. Dan tentu, benar-benar posisikan diri Anda sebagai sahabat, bukan mantan pacar.
Hal berikutnya, hindari kembali mengingat-ingat kenangan yang pernah terjadi di antara Anda dan si dia. Jika dia mulai mengungkit-ungkit lagi, katakan dengan sopan bahwa Anda tak ingin mengingat kejadian di masa lampau. Sebisa mungkin hindari pertemuan berdua, dan jangan membuka atau menceritakan masalah pribadi Anda dengan pasangan. Ini sama saja dengan memukul genderang perang dan membuka lebar-lebar gerbang hati Anda untuk sang mantan.
Tidak, tidak perlu bersahabat! Anda yang mungkin menyadari bahwa ternyata diri Anda tak cukup kuat mengendalikan diri, sebaiknya jangan bersahabat terlalu dekat dengan mantan. Bukan berarti Anda harus musuhan ya, tetap berteman namun jaga jarak Anda sejauh mungkin. Hindari pula kontak atau komunikasi yang terlalu intens dan akrab. Jika memang tak sengaja Anda diharuskan semeja dengan si dia, bicarakan saja hal-hal umum dan hindari pembicaraan pribadi.
Kita memang tidak dilahirkan untuk mencari musuh, tetapi menutup erat gerbang hati untuk sang mantan akan lebih bijaksana jika Anda atau si dia sama-sama masih memiliki komitmen dengan orang lain. Jika toh sama- sama single, ya bolehlah Anda pikirkan kembali.


Sumber: http://www.metrotvnews.com/mobile-site/text-detail.php?read=33318&tgl=2010-11-05

Friday, October 15, 2010

When You Are Not Mine Anymore.....

"Sesuatu akan terasa berharga ketika sesuatu itu tidak lagi kita miliki"

Tentunya kalimat ini sangat sering kita dengar, bahkan mungkin kita alami. Siapa orang yang tidak pernah merasa kehilangan?
Ketika kita sudah kehilangan, terkadang timbul rasa penyesalan.
"Kok dulu aku gitu, kenapa gak gini"
"Kalau aja...."
"Seharusnya....."

wait...apakah penyesalan menyelesaikan masalah?
Menunggu sesuatu itu kembali? Itu juga bukan jalan terbaik.

Memang susah melupakan masa lalu, terlebih sesuatu yang (dulunya) sangat kita cintai. Tapi hidup tidak akan berhenti hanya karena ketidakhadirannya.
Yang perlu kita lakukan bukanlah melupakan karena itu tidak akan pernah bisa kecuali kamu amnesia.
Yang bisa dilakukan hanya... merelakan :')

Wednesday, September 8, 2010

Tentang Cinta

Aku berpikir, lebih baik mencintai atau dicintai. Dulu dengan mantap, akan selalu aku jawab, lebih baik dicintai. Mengapa? Karena, seseorang yang dicintai pasti suatu saat akan bisa mencintai orang yang mencintainya, seperti kata pepatah, "cinta datang karena terbiasa".
Semakin dewasa, aku semakin menyadari bahwa cinta itu ternyata lebih rumit dan lebih dalam dari yang pernah aku bayangkan. Cinta bukan hanya sekedar untuk bersenang-senang atau mendapatkan status belaka. Cinta itu sebuah permainan emosional. Beberapa riset pun membuktikan, cinta sangat besar pengaruhnya untuk seseorang. Sungguh hal di luar nalar, ketika seseorang mampu melupakan sakit di fisiknya saat ia berada di dekat orang yang ia cintai. Tapi memang begitu. Secara biologi, itu normal, perasaan senang dan lupa akan rasa sakit timbul karena cinta mampu memacu hormon endofin, sebuah hormon di otak. Tuhan itu Maha Dashyat, dia menciptakan cinta dengan sejuta keajaibannya.
Dan jika ternyata cinta itu sangat ajaib dan rumit, tentu tidak mungkin hanya ada komunikasi satu arah. Tidak mungkin seseorang berkata, aku lebih baik dicintai daripada mencintai. Itu namanya egois. Belajarlah mencintai orang yang mencintai kita.

Saturday, September 4, 2010

Sex Before Married

I. Pendahuluan
Pacaran adalah masa perkenalan untuk menuju pernikahan. Orang yang berpacaran adalah orang yang mempersiapkan diri untuk pernikahan. Apa saja yang dapat menghambat perkenalan:
1. Ketertutupan
2. Kemunafikan
3. Terlalu cepat
4. Sex

II. Pandangan-pandangan keliru
1. Setiap orang yang sudah saling cinta dan saling percaya harus dibuktikan dengan sex
2. Hubungan sex adalah tanda bahwa masing-masing pasangan siap terikat
3. Hubungan sex pranikah, asal si dia bertanggung jawab itu oke-oke saja
4. Hubungan sex 1x tidak mungkin berakibat kehamilan
5. Hubungan sex pranikah, yang dilarang adalah ML, namun jika hanya rabaan dan saling merangsang itu wajar

III. Tingkatan Sex Before Marriage
1. Holding hands (berpegangan tangan)
2. Embracing and chick kissing (berpelukan dan cium pipi)
3. Lips kissing (ciuman bibir)
4. Heavy "French" kissing (ciuman dalam)
5. Fondling (rabaan)
6. Fondling of genitals (meraba genitals)
7. Sexual intercourse (hubungan badan)

IV. Mengapa "SEX IN DATE" ?
1. Tipisnya iman
2. Ketidakmengertian bahaya "sex in date"
3. Rangsangan-rangsangan yang terus menerus (bacaan, tontonan, rabaan)
4. Kesempatan yang terbuka (berduaan tanpa ada gangguan)
5. Pacarannya tanpa batas
6. Misconcept tentang "totalitas cinta"

V. Bahaya "SEX IN DATE"
1. Pertimbangan perkenalan tidak lagi secara obyektif (menjadi subyektif)
2. Timbulnya perasaan "ya..gampangan" (akhirnya cinta tawar)
3. Timbulnya kecemburuan yang berlebih (karena ketidakpercayaan)
4. Hilangnya percaya diri (selalu dibayang-bayangi dengan dosa)
5. Merasa saya tidak mungkin menikah dalam "kekotoran" (saya musti cari yang bersih)
6. Bagi wanita: kehamilan (yang seringkali diakhiri dengan "maksa" nikah atau aborsi

VI. Yang membuat orang muda dapat jatuh (Amsal 7:6-23)
1. Karena ingin coba-coba (ayat 7-9)
-> setan pasti langsung menanggapi (ayat 10)
2. Karena tidak punya "rem yang pakem" (ayat 13-14)
-> karena bersembunyi di balik hal-hal rohani
3. Karena menceburkan diri (ayat 15-20)
-> tidak cepat-cepat bangkit dan meninggalkan
-> butuh 2 laki-laki, 1 punya HP 1 nggak, belagak mau dicopet
4. Terikat dengan bujukan (ayat 21)
-> perhatikan kejatuhan selalu datang tiba-tiba (ayat 22)

VII. Sikap kita
1. II Kor 10:3 : kita di dunia tetapi jangan duniawi
2. I Kor 9:27 : kita perlu melatih tubuh kita
3. II Tim 2:22 : kita perlu menjauhi nafsu orang muda
4. I Yoh 2:17 : kita perlu memiliki kasih Allah

VIII. Bagaimana "DATE WITHOUT SEX" ?
1. Isi masa pacaran dengan hal-hal rohani
2. Bertekad dan berdoalah untuk "holy 'til married" (from now)
3. Hindari "kesempatan-kesempatan" yang menghancurkan
4. Kalau kekasih/pasangan memaksa berarti pasangan ini bukan dari Tuhan
5. Ingatlah keberanian untuk menolak "sex in date" adalah "harga" seorang pria atau wanita

IX. Penutup
Ingatlah bahwa sex diciptakan untuk pernikahan.
Sex before marriage is always a tragedy.

(sumber: Future Generation no. 84, edisi Januari 2008)