Blogroll

Wednesday, September 8, 2010

Tentang Cinta

Aku berpikir, lebih baik mencintai atau dicintai. Dulu dengan mantap, akan selalu aku jawab, lebih baik dicintai. Mengapa? Karena, seseorang yang dicintai pasti suatu saat akan bisa mencintai orang yang mencintainya, seperti kata pepatah, "cinta datang karena terbiasa".
Semakin dewasa, aku semakin menyadari bahwa cinta itu ternyata lebih rumit dan lebih dalam dari yang pernah aku bayangkan. Cinta bukan hanya sekedar untuk bersenang-senang atau mendapatkan status belaka. Cinta itu sebuah permainan emosional. Beberapa riset pun membuktikan, cinta sangat besar pengaruhnya untuk seseorang. Sungguh hal di luar nalar, ketika seseorang mampu melupakan sakit di fisiknya saat ia berada di dekat orang yang ia cintai. Tapi memang begitu. Secara biologi, itu normal, perasaan senang dan lupa akan rasa sakit timbul karena cinta mampu memacu hormon endofin, sebuah hormon di otak. Tuhan itu Maha Dashyat, dia menciptakan cinta dengan sejuta keajaibannya.
Dan jika ternyata cinta itu sangat ajaib dan rumit, tentu tidak mungkin hanya ada komunikasi satu arah. Tidak mungkin seseorang berkata, aku lebih baik dicintai daripada mencintai. Itu namanya egois. Belajarlah mencintai orang yang mencintai kita.

Saturday, September 4, 2010

Sex Before Married

I. Pendahuluan
Pacaran adalah masa perkenalan untuk menuju pernikahan. Orang yang berpacaran adalah orang yang mempersiapkan diri untuk pernikahan. Apa saja yang dapat menghambat perkenalan:
1. Ketertutupan
2. Kemunafikan
3. Terlalu cepat
4. Sex

II. Pandangan-pandangan keliru
1. Setiap orang yang sudah saling cinta dan saling percaya harus dibuktikan dengan sex
2. Hubungan sex adalah tanda bahwa masing-masing pasangan siap terikat
3. Hubungan sex pranikah, asal si dia bertanggung jawab itu oke-oke saja
4. Hubungan sex 1x tidak mungkin berakibat kehamilan
5. Hubungan sex pranikah, yang dilarang adalah ML, namun jika hanya rabaan dan saling merangsang itu wajar

III. Tingkatan Sex Before Marriage
1. Holding hands (berpegangan tangan)
2. Embracing and chick kissing (berpelukan dan cium pipi)
3. Lips kissing (ciuman bibir)
4. Heavy "French" kissing (ciuman dalam)
5. Fondling (rabaan)
6. Fondling of genitals (meraba genitals)
7. Sexual intercourse (hubungan badan)

IV. Mengapa "SEX IN DATE" ?
1. Tipisnya iman
2. Ketidakmengertian bahaya "sex in date"
3. Rangsangan-rangsangan yang terus menerus (bacaan, tontonan, rabaan)
4. Kesempatan yang terbuka (berduaan tanpa ada gangguan)
5. Pacarannya tanpa batas
6. Misconcept tentang "totalitas cinta"

V. Bahaya "SEX IN DATE"
1. Pertimbangan perkenalan tidak lagi secara obyektif (menjadi subyektif)
2. Timbulnya perasaan "ya..gampangan" (akhirnya cinta tawar)
3. Timbulnya kecemburuan yang berlebih (karena ketidakpercayaan)
4. Hilangnya percaya diri (selalu dibayang-bayangi dengan dosa)
5. Merasa saya tidak mungkin menikah dalam "kekotoran" (saya musti cari yang bersih)
6. Bagi wanita: kehamilan (yang seringkali diakhiri dengan "maksa" nikah atau aborsi

VI. Yang membuat orang muda dapat jatuh (Amsal 7:6-23)
1. Karena ingin coba-coba (ayat 7-9)
-> setan pasti langsung menanggapi (ayat 10)
2. Karena tidak punya "rem yang pakem" (ayat 13-14)
-> karena bersembunyi di balik hal-hal rohani
3. Karena menceburkan diri (ayat 15-20)
-> tidak cepat-cepat bangkit dan meninggalkan
-> butuh 2 laki-laki, 1 punya HP 1 nggak, belagak mau dicopet
4. Terikat dengan bujukan (ayat 21)
-> perhatikan kejatuhan selalu datang tiba-tiba (ayat 22)

VII. Sikap kita
1. II Kor 10:3 : kita di dunia tetapi jangan duniawi
2. I Kor 9:27 : kita perlu melatih tubuh kita
3. II Tim 2:22 : kita perlu menjauhi nafsu orang muda
4. I Yoh 2:17 : kita perlu memiliki kasih Allah

VIII. Bagaimana "DATE WITHOUT SEX" ?
1. Isi masa pacaran dengan hal-hal rohani
2. Bertekad dan berdoalah untuk "holy 'til married" (from now)
3. Hindari "kesempatan-kesempatan" yang menghancurkan
4. Kalau kekasih/pasangan memaksa berarti pasangan ini bukan dari Tuhan
5. Ingatlah keberanian untuk menolak "sex in date" adalah "harga" seorang pria atau wanita

IX. Penutup
Ingatlah bahwa sex diciptakan untuk pernikahan.
Sex before marriage is always a tragedy.

(sumber: Future Generation no. 84, edisi Januari 2008)

Menjadi Pacar Yang Baik

Kisah kasih yang sukses memang butuh usaha kedua belah pihak. Tapi ada 8 hal positif yang bisa diusahakan untuk menjadikanmu seorang pasangan yang baik untuk dia.

1. Mendengar
Apapun yang dibicarakan, kekasih yang baik adalah yang mau mendengarkan. Mendengar bukan berarti menatap sambil mengkhayalkan yang lain, tapi benar-benar menyimak. Carilah pacar yang nyambung sehingga tidak perlu tersiksa kalau harus mendengarkannya.

2. Hal-hal kecil
Sebagai pasangan yang baik, kamu harus memperhatikan hal-hal kecil pada diri kekasihmu. Naik berat badan walaupun sedikit, parfum baru, atau perubahan sederhana lain wajib diperhatikan. Perhatian tersebut menunjukkan bahwa kamu perhatian pada pasanganmu.

3. Ruang gerak
Kekasih yang baik tidak mengekang ruang gerak pasangannya. Dan ini juga merupakan perluasan dari dasar suatu hubungan, yaitu saling percaya. Percaya saja jika pasangan ingin pergi sendirian tanpamu dan beri dia ruang untuk mengembangkan potensinya. Dia pasti akan sangat menghargai kebebasan dari kamu itu.

4. Hormat
Baik sebagai pria maupun wanita, kamu harus saling menghormati pasanganmu. Jangan merendahkannya, jangan memaksakan kehendak atau pendapat, dan hormati juga kesuciaannya secara fisik. Saling menghormati dalam hubungan akan membuahkan kelanggengan.

5. Keluarga
Sebagai pasangan yang baik, kamu bukan hanya harus menghargai kekasihmu tapi juga keluarganya. Sebisa mungkin perlakukan mereka dengan baik dan libatkan mereka dalam perencanaan maupun pembicaraan.

6. Bertumbuh
Pasangan yang baik adalah seorang yang memberi dukungan pada pasangannya agar bertumbuh menjadi pribadi yang lebih oke. Dukung cita-citanya, temani dia kalau hendak mencari pendidikan yang lebih tinggi, atau bantu dia ketika sedang menghadapi masalah yang mendewasakannya.

7. Tantang
Kalau memang pasanganmu sulit berubah, tantang dia untuk melakukannya. Misalnya dia malas bangun pagi, tugasmu sebagai pasangan yang baik ialah untuk membuatnya tertantang untuk berubah dan menjadi rajin bangun pagi.

8. Pujian
Pasangan yang baik tahu kapan harus memberi pujian tanpa berlebihan. Pasanganmu butuh pujian kamu di waktu yang tepat. Kalau bukan kamu yang memujinya, siapa lagi?

(sumber: Future Generation no.84, edisi Januari 2008)